Game

Silent Hill f Ungkap Rencana Awal Gunakan Latar Kota Asli

Kisah Santai – Silent Hill f merupakan proyek terbaru dari seri horor legendaris Silent Hill yang kini dikembangkan oleh studio NeoBards Entertainment. Sejak perilisan dua trailer terbarunya, game ini berhasil menarik perhatian komunitas global berkat pendekatan visual yang segar dan atmosfer horor yang kuat.

“Baca Juga: Square Enix Hadirkan Dua Game Baru: Octopath 0 & Elliot”

Berbeda dari seri sebelumnya, Silent Hill f tidak lagi mengambil latar di kota fiksi Silent Hill, Maine, yang identik dengan kabut tebal dan suasana terisolasi. Sebaliknya, game ini akan membawa pemain ke Jepang era 1960-an, menghadirkan pengalaman horor psikologis dari sudut pandang budaya dan sejarah yang berbeda.

Shizuoka Hampir Jadi Latar Asli Silent Hill f

Menurut wawancara bersama majalah Famitsu yang dikutip oleh VGC, penulis skenario Silent Hill f, Ryukishi07, mengungkapkan bahwa game ini awalnya direncanakan berlatar di Prefektur Shizuoka. Nama Shizuoka sendiri memiliki arti harfiah “bukit sunyi,” yang merupakan terjemahan langsung dari “Silent Hill.”

“Kami sempat menjajaki Shizuoka sebagai kandidat lokasi,” ujar Ryukishi07. “Namun, Gunung Fuji yang terlihat jelas dari berbagai sudut kota dianggap terlalu dominan.” Keberadaan Gunung Fuji dinilai dapat mengganggu atmosfer kabut yang menjadi elemen penting dalam estetika seri Silent Hill. Oleh karena itu, tim pengembang memutuskan mencari lokasi lain yang lebih mendukung suasana suram dan misterius.

Kota Fiksi Ebisugaoka Terinspirasi dari Kanayama, Gifu

Setelah menyurvei berbagai lokasi di Jepang, tim akhirnya memilih Kanayama, sebuah kota kecil di Prefektur Gifu. Sebagai inspirasi utama latar Silent Hill f. Kota ini memiliki tata letak jalan berbentuk grid yang dianggap cocok untuk menumbuhkan rasa isolasi dan labirin yang membingungkan.

Latar dalam game ini akan berpusat di kota fiksi bernama Ebisugaoka, tempat cerita kelam dan misteri supernatural terjadi. Pemain akan berperan sebagai Hinako Shimizu, seorang siswi SMA yang menghadapi trauma psikologis serta kehadiran makhluk menyeramkan yang membayangi kehidupannya.

Unsur Klasik Silent Hill Tetap Hadir dalam Nuansa Baru

Meski meninggalkan latar barat yang sudah ikonik, Silent Hill f tetap mempertahankan elemen-elemen khas seri ini. Kabut pekat, suasana mencekam, teka-teki rumit, serta ancaman monster grotesk akan tetap menjadi bagian utama dari pengalaman bermain.

Kisah Silent Hill f juga akan mengangkat tema trauma pribadi dan horor psikologis yang mendalam, memperkuat identitas naratif seri ini. Dengan latar budaya Jepang dan desain lingkungan yang unik. Game ini berpotensi membuka babak baru bagi franchise yang sempat tertidur panjang.

“Baca Juga: EA Tegaskan Battlefield 6 Absen di Nintendo Switch 2″

Silent Hill f Siap Mengguncang Genre Horor Jepang

Silent Hill f tidak hanya menjadi proyek penting bagi Konami, tetapi juga menandai ekspansi waralaba ke arah yang lebih berani dan eksperimental. Menggandeng penulis horor visual novel ternama Ryukishi07 yang dikenal lewat Higurashi dan Umineko. Game ini menjanjikan cerita yang kompleks dan emosional.

Dengan latar budaya Jepang yang kental, inspirasi dari kota nyata, dan perhatian terhadap atmosfer, Silent Hill f diharapkan membawa angin segar ke dalam genre horor psikologis. Jika berhasil menyeimbangkan inovasi dan tradisi. Silent Hill f bisa menjadi titik balik penting dalam kebangkitan seri Silent Hill di era modern.