Game

Update 1.5 Bikin Wuchang: Fallen Feathers Dikecam Pemain

Kisah Santai – Sejak dirilis pada 24 Juli 2025, Wuchang: Fallen Feathers besutan Leenzee Games belum berhasil memikat hati para pemain. Alih-alih memperbaiki berbagai masalah teknis, update besar 1.5 justru memicu kritik luas. Pembaruan ini mengubah beberapa elemen inti gameplay yang selama ini menjadi daya tarik utama. Reaksi negatif bermunculan, terutama di komunitas pemain yang merasa arah permainan jadi tidak konsisten dan terlalu politis.

“Baca Juga: MGS Delta: Snake Eater Pastikan Tanpa Crossplay Multiplayer Lintas Platform”

PERUBAHAN GAMEPLAY MENGHILANGKAN KEBEBASAN PEMAIN

Update 1.5 memperkenalkan larangan menyerang beberapa karakter penting, termasuk bos dengan latar belakang sejarah Tiongkok. Setelah dikalahkan, bos tidak lagi mati, melainkan hanya “kelelahan” dan tetap hidup dalam dunia game. Mekanisme ini juga diterapkan pada NPC biasa. Pemain yang sebelumnya menggunakan interaksi agresif sebagai bagian dari strategi kini kehilangan opsi penting. Hal ini dinilai membuat permainan terasa tidak organik dan kurang imersif.

FITUR BARU DIPANDANG MERUSAK KESEIMBANGAN GAME

Salah satu kritikan utama datang dari perubahan sistem pertempuran. Dodge kini menjadi lebih mudah digunakan, sementara efek penyembuhan dipercepat. Menurut streamer dan dataminer Lance McDonald, dua perubahan ini menurunkan tingkat kesulitan permainan. “Sekarang terasa seperti mode kasual permanen,” tulisnya di akun X (Twitter). Ia juga menyoroti kesan bahwa game dipaksa mengikuti akhir cerita bahagia, terutama bagi karakter-karakter sejarah yang seharusnya punya akhir tragis.

DUGAAN SENSOR POLITIS PADA KONTEN PEMAIN

Lance McDonald juga mengungkap bahwa beberapa thread di Reddit yang membahas perubahan tersebut dihapus secara sepihak oleh moderator. Ia menduga adanya tekanan dari pihak developer untuk membatasi diskusi yang dianggap sensitif. Menurutnya, Leenzee Games tampak berusaha menyenangkan kelompok nasionalis di Tiongkok dengan menghindari konten yang dianggap merugikan citra tokoh sejarah. Hal ini menimbulkan kekhawatiran akan adanya penyensoran dalam desain naratif dan gameplay game.

KOMUNITAS MERASA TERPINGGIRKAN DARI PROSES PENGEMBANGAN

Reaksi pemain menunjukkan adanya jurang antara pengembang dan komunitas. Banyak yang merasa tidak didengarkan, terutama karena perubahan besar dilakukan tanpa konsultasi publik. Forum-forum diskusi dipenuhi keluhan soal arah naratif dan mekanik yang berubah drastis. Beberapa pemain bahkan mengaku berhenti bermain setelah update, menilai game telah kehilangan identitas awalnya.

“Baca Juga: Once Human: RaidZone Resmi Dirilis dengan Mode PvP Baru”

PANDANGAN KE DEPAN: APA YANG DIBUTUHKAN WUCHANG?

Wuchang: Fallen Feathers masih punya potensi untuk pulih, terutama jika pengembang mau terbuka pada masukan komunitas. Leenzee Games perlu memperjelas arah pengembangan dan menjelaskan alasan di balik perubahan kontroversial. Menyediakan opsi mode klasik atau membuka diskusi publik bisa jadi langkah untuk meredam ketegangan. Di tengah pasar game yang kompetitif, menjaga kepercayaan pemain menjadi kunci agar game ini tetap relevan.