Kisah Santai – Protes Unik : Warga Tabur Desa Sukamarga, Kecamatan Sidomulyo, Lampung Selatan, kembali menyuarakan keluhannya melalui aksi yang tak biasa. Kali ini, mereka menabur ikan lele di sepanjang jalan desa yang rusak parah dan tergenang air.
Aksi ini muncul sebagai bentuk protes terhadap janji perbaikan jalan yang hingga kini belum ditepati oleh Bupati Lampung Selatan. Warga menilai, meskipun sudah sering melapor, pemerintah daerah belum memberikan respons nyata.
Sebagai informasi, jalan tersebut merupakan akses penting bagi warga menuju sekolah, pasar, dan fasilitas umum lainnya. Namun, kerusakan jalan yang berlangsung selama bertahun-tahun telah menyulitkan aktivitas warga, terutama saat musim hujan tiba.
Akibatnya, genangan air dan lumpur kerap membuat kendaraan tergelincir. Kondisi ini pun memicu kekhawatiran akan kecelakaan, terutama bagi pengendara sepeda motor dan anak sekolah.
Untuk menarik perhatian, warga menggunakan cara kreatif dengan menabur ikan lele ke dalam lubang-lubang jalan yang digenangi air. Tak hanya itu, mereka juga memasang poster sindiran di sekitar lokasi sebagai bentuk kritik terbuka kepada pemerintah.
Menurut salah satu warga, aksi ini dilakukan karena berbagai upaya sebelumnya tidak membuahkan hasil. Ia menuturkan bahwa laporan dan aspirasi sudah disampaikan melalui berbagai jalur, namun belum pernah ditindaklanjuti secara konkret.
“Baca Juga : Harga Cabai Naik di Palembang karena Stok Terbatas”
Reaksi Warga dan Harapan Akan Perubahan
Protes Unik: Warga Tabur, ia menjelaskan bahwa warga tidak ingin sekadar marah. Sebaliknya, mereka ingin menyampaikan pesan secara damai namun berdampak kuat. Aksi penaburan ikan lele dianggap sebagai simbol dari buruknya kondisi jalan yang tak ubahnya kolam ikan.
Seiring dengan viralnya video aksi ini di media sosial, perhatian publik terhadap kondisi jalan rusak di desa tersebut pun meningkat. Banyak netizen menyayangkan lambatnya tindakan pemerintah dalam merespons masalah infrastruktur dasar.
Sementara itu, pemerintah daerah belum memberikan tanggapan resmi atas aksi warga ini. Meski begitu, masyarakat berharap protes ini bisa mendorong pemerintah untuk segera bertindak.
Sebagai catatan, jalan yang baik merupakan hak seluruh warga dan cerminan dari pelayanan publik yang berkualitas. Oleh karena itu, warga menekankan bahwa mereka akan terus menyuarakan tuntutan ini hingga ada tindakan nyata dari pihak berwenang.
Dengan demikian, aksi ini tidak hanya menjadi bentuk protes, tetapi juga contoh nyata bagaimana masyarakat dapat menyampaikan aspirasi secara kreatif dan damai.
Ke depan, warga berharap pemerintah lebih tanggap dan terbuka terhadap aspirasi rakyat. Infrastruktur desa harus menjadi prioritas demi menunjang aktivitas dan keselamatan warganya.
“Baca Juga : Layanan SKCK dan SIM Polrestabes Palembang Libur 11 Hari”